Parenting: Helping Children Deal with Their Feelings

The school’s mother circle had our first meeting for the year last Friday. We talked about children feelings (and mommies’ feeling as well 🙂 ). Our discussion was based on Chapter 1 of How to Talk so Kids Will Listen (by Adele Faber & Elaine Mazlish) and try to apply it based on Khalifah Method Parenting. It was a good sharing that I thought the need of sharing it here as well.

It has been our tendency to immediately react to the children issues or problems by addressing the ‘solution’ first before trying to understand the whole scenario. We don’t usually make any effort to really understand what is actually bugging them, but we offer solutions based on our ‘experience’ and assumptions. We keep forgetting to remind ourselves that our children are also individuals who have their own opinions, feelings and experience things differently as themselves.

In order for us to manage our children correctly, we should learn to manage their feelings accordingly. Being able to manage their feelings, will help us a lot in managing their life. How can we learn to manage them?

Listen to our children, acknowledge our children and their feelings. Do not shut them immediately when they express or wanting to share their opinions with us. Listen to them. Identify what distract us from listening and responding to them the correct manner. What makes us ‘so busy’ and occupied that we couldn’t take time off to listen to our children issues? Yes, sometimes children would just voice out their issues at not an appropriate time, while we were driving, cooking and doing some other chores. But please don’t just shut them immediately. Explain to them ‘I want to hear your problem, but can we talk about it later as I have to finish what I’m currently doing? If I forgot, could you please remind me?’ And, yes, please come back to them. Start treating them as one of an important individual that you have to give your time like other individuals.

Don’t immediately deny our children feeling. Out of habit, we will always deny our children feeling before we really listen to their issues and try to understand the issues. Just as simple as :

“I don’t like my sister.” Our ‘defensive’motherly insticnt would reply “You shouldn’t said that. She is your sister.”

We should learn to únderstand why our children say it in the first place. Would it be just a one-off occasion, or just want to grab our attention or perhaps just in need of a pair of ears to just listen to them? By denying their feelings immediately, we might start an argument with them or they decided not to share their feelings and shut us off immediately.

Being an adult, we should show empathy. Children with empathy will grow up in a very positive and healthy environment and able to understand things and situation better. Children with empathy have higher tolerance with others as compared to those who have none. They would be able to figure out the solutions in most issues as they understand why people react and respond in certain manners.

When listening to children’s problem, give names to their feelings. Just feed them with vocabularies that describe their current emotions so they would understand their own feelings and put the right words in the right context. One can feel so down and stressed out, but one must need to identify was it because of the anger, frustration, upset or just a mellow feeling because of the ‘weather’. Anger might have a lot different level of anger, anger because of betrayals, or feeling upset or many others. Some words might be to ‘bombastic’ and ‘high end for the children, Just feed them when appropriate. Don’t be scared for they would learn better when they understand when to use it at the right time.

Put what has been outlined in Khalifah Method in practice in order to help our children to deal with their feelings:

  1. Incalculate love in parenting
  2. Reinforce the right values, rewards if necessary
  3. Be firm but kind

In helping children to cope with their issues, we can help them understand better by being creative such us describing the whole scenario (visual socialize) and what to expect so they don’t think we are denying them when things happen not as expected, and we should always encourage them to depend on Allah, He gives (or don’t) what’s best for our own benefits.

Mommies, never put our children’s frustration as your frustration. Everything that they are going through is part of their learning in living their life. Love them, truly! Love them much!!! 

NAMA ALLAH: 8. Al-‘Aziz (Yang Maha Perkasa)

Allah SWT Al-Aziz ialah Allah Yang Maha Mulia dan Perkasa. ‘Aziz dengan sebeutan ‘ain ialah perkasa manakalah Aziz dengan alif ialah lemah. Allah Yang Maha Mulia dan Perkasa bermakna tiada sesuatu pun yang menandingi Allah SWT.

Maka ketika datang azab kami, kami selamatkan Soleh beserta umatnya yang beriman, dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan mereka dari azab serta kehinaan hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia lah Yang Maha Kuat, lagi Maha Kuasa.(Hud 11:66

Tiga perkara yang disebut dengan sifat Allah SWT Al-‘Aziz adalah:

1. Mulia Allah SWT tiada tandingan dan Allah memuliakan seiapa yang memuliakan Allah SWT. Kita dimuliakan bukan kerana kekuatan kita, tetapi kerana Allah SWT menutub keaiban kita. Taat pada Allah SWT, iaitu, perkara wajib dibuat betul-betul, yang sunat banyakkan, yang haram ditinggalkan betul-betul, yang makhruk hindarkan.

A052
Doa kesihatan / kekuatan fizikal.

Dan wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian kembalilah taat kepadaNya, supaya Ia menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada; dan janganlah kamu membelakangkan seruanku dengan terus melakukan dosa!
(Hud 11:52)

Mereka berkata lagi: ” Demi sesungguhnya! Jika kita kembali ke Madinah (dari medan perang), sudah tentu orang-orang yang mulia lagi kuat (pihak kita) akan mengusir keluar dari Madinah orang-orang yang hina lagi lemah (pihak Islam)”. Padahal bagi Allah jualah kemuliaan dan kekuatan itu dan bagi RasulNya serta bagi orang-orang yang beriman; akan tetapi golongan yang munafik itu tidak mengetahui (hakikat yang sebenarnya).(Al-Munaafiquun 63:8)

2. Mulia Allah SWT daripada yang disyirikkan oleh orang kufur. Syirik percaya kepada Allah, dan juga percaya kepada perkara lain berkuasa. Allah tetap mulia walaupun disyirikkan dengan sesiapa atau apa-apa.

Akuilah kesucian Tuhanmu, – Tuhan yang mempunyai keagungan dan kekuasaan, – dari apa yang mereka katakan!(As-Saaffaat 37:180)

3. Mulia Allah SWT itu kekal. Allah SWT itu dipuji setiap masa setiap bahasa. Manusia dan segala makhluk Allah SWT tiada yang kekal mulia mereka.

Sesiapa yang mahukan kemuliaan (maka hendaklah ia berusaha mencarinya dengan jalan mematuhi perintah Allah), kerana bagi Allah jualah segala kemuliaan. Kepada Allah lah naiknya segala perkataan yang baik (yang menegaskan iman dan tauhid, untuk dimasukkan ke dalam kira-kira balasan), dan amal yang soleh pula di angkatnya naik (sebagai amal yang makbul – yang memberi kemuliaan kepada yang melakukannya). Dan sebaliknya: orang-orang yang merancangkan kejahatan (untuk mendapat kemuliaan), adalah bagi mereka azab seksa yang berat; dan rancangan jahat mereka (kalau berkesan) akan rosak binasa.(Faatir 35:10

Lima golongan orang yang tidak mendapat kemuliaan Allah Al-‘Aziz.

1. Orang yang berilmu, tidak mengamalkan ilmunya. Orang yang mengamalkan ilmu yang dia tahu, Allah SWT akan memberi dia tahu ilmu yang dia tidak tahu.
2. Orang yang beramal ilmu yang ada, tetapi tidak dengan keikhlasan.
3. Orang yang ada harta tanpa manfaat. Harta itu, biar ada di tangan tapi bukan di hati.
4. Orang yang tidak beramal dan tidak berakhlak pada diri sendiri dan manusia lain.  
5. Orang yang tidak pandai menjaga dan mengurus waktunya. 

DesertRose,,, Allah
#100daystoRamadhan
#day8

NAMA ALLAH: 7. Al-Muhaimin (Yang Maha Menjaga / Memerintah / Menguasai)

Tidak ada manusia yang suka dirinya terhina, tetapi banyak manusia lupa sebenarnya Allah SWT lah pemilik kemuliaan. Al-Muhaimin yang memuliakan sesiapa yang dikehendakiNya dan menghina sesiapa yang Dia kehendaki.

1. Allah Al-Muhaimin menjaga manusia dari kerosakan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Akan ada orang yang memberi peringatan dan menyampaikan kebenaran kepada manusia. Tidak akan diazab sesuatu kaum itu melainkan diutus pemberi ingat. Maka jika diberi ingatan dan menegur, dengarkan dan teliti teguran sebelum menolaknya. Orang yang mengikut perintah dan petunjuk Allah tidak takut dan bersedih hati kerana dilindungi oleh Allah Al-Muhaimin. Allah SWT akan membinasakan sesuatu kaum itu adalah dengan memberi hati yang tidak tenang.

Hadis Nabi SAW: Akan ada sentiasa segolong dari umatku , sentiasa menzahirkan kebenaran, dia tidak akan dimudaratkan orang yang membencinya. Telah datang ketentuan daripada Allah SWT.


Dan tiadalah Kami membinasakan mana-mana negeri (yang telah dibinasakan itu), melainkan setelah diutus kepadanya lebih dahulu, Rasul-rasul pemberi amaran.
(Asy-Syu’araa’ 26:208)


Kami berfirman lagi: “Turunlah kamu semuanya dari syurga itu! Kemudian jika datang kepada kamu petunjuk dariKu (melalui Rasul-rasul dan Kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka), maka sesiapa yang mengikuti petunjukKu itu nescaya tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita”.
(Al-Baqarah 2:38

2. Allah Al-Muhaimin menjaga manusia dari bisikan syaitan.Syaitan berjanji untuk menyesatkan anak-anak Adam. Dan Allah SWT juga berfirman sesungguhnya tiada kekuasaan bagi syaitan yang ingin menyesatkan melainkan Allah SWT. Selagi kita mengikut dan akur perintah Allah SWT, Allah Al-Muhaimin akan menjaga kita.

Iblis berkata: ” Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,(Al-Hijr 15:39)


“Sesungguhnya hamba-hambaKu, tidaklah ada bagimu sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka, kecuali sesiapa yang menurutmu dari orang-orang yang sesat (dengan pilihannya sendiri).
(Al-Hijr 15:42

3. Allah Al-Muhaimin menjaga manusia dari azabNya bagi sesiapa yang dikehendakiNya. Azab Allah SWT datang dari pelbagai bentuk contoh bencana, penyakit, kesusahan dan sebagainya. Orang yang taad pada Allah SWT, Allah Al-Muhaimin tidak akan menurunkan azab-azab sedemikian. Allah Al-Muhaimin menjaga orang-orang yang beriman bukan sahaja dari segi rohani, tetapi juga jasad yang baik, dan tidak mengaibkan.


Kemudian Kami tepati janji Kami kepada mereka, lalu Kami selamatkan mereka dan sesiapa yang Kami kehendaki, dan (sebaliknya) Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.
(Al-Anbiyaa’ 21:9

Al-Muhaymin.  The Guardian.  He who watches over and protects all things (Helper in Peril).
#100daystoRamdahan
#delayed2days

NAMA ALLAH: 6. Al-Mukmin (Yang Maha Memberi Keamanan)

Allah Al-Mukmin adalah Tuhan Yang Maha Memberi Keamanan dan Ketenangan di dalam hati orang-orang yang beriman. Orang beriman berasa aman dan tenang , tidak takut dengan urusan dunia dan hanya takut Allah SWT.Perassan takut Allah SWT gambarkan seperti ayat berikut:

Wahai orang-orang yang beriman, kenangkanlah nikmat Allah yang dilimpahkanNya kepada kamu. Semasa kamu didatangi tentera (Al-Ahzaab), lalu Kami hantarkan kepada mereka angin ribut (yang kencang) serta angkatan tentera (dari malaikat) yang kamu tidak dapat melihatnya. Dan (ingatlah) Allah sentiasa melihat apa yang kamu lakukan.
(Al-Ahzaab 33:9

Orang-orang yang beriman akan dicabut rasa takut. Perasaan takut yang manusia seria rasa adalah seperti berikut:

1. Takut sakit dan mati.
Allah sembunyikan kematian kita untuk kebaikan kita sendiri. Kita tidak tahu bila datangnya mati, tetapi kita boleh usahakan untuk kematiaan kita, husnul khotimah ataupun su’ul khotimah. Di dalam Islam, orang mukmin tidak disuruh untuk takut pada kematian. Yang disuruh adalah rasa takut selepas mati. Jika kita rasa takut atas apa yang akan terjadi selepas mati, akan Allah cabut rasa takut pada kematian.

Tiap-tiap diri akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan; dan kepada Kamilah kamu semua akan dikembalikan.(Al-Anbiyaa’ 21:35)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut jika aku derhaka kepada Tuhanku, (akan dikenakan) azab hari yang besar (hari kiamat)”.(Al-An’aam 6:15)

2. Takut kegagalan.
Allah berjanji manusia adalah apa yang diusahakannya. Dari sejak lahir, di perut ibu lagi, rezeki kita telah ditetapkan. Kita tidah harus takut atau rungsing kegagalan tetapi kita harus memaksimakan usaha kita. Orang yang memaksimakan usahanya, Allah akan cabut rasa takut ada kegagalan.

Dan (ingatlah), Allah menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat (untuk membuktikan keesaanNya dan keadilanNya), dan supaya tiap-tiap diri diberi balasan dengan apa yang mereka telah kerjakan (baik atau jahat), sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpun.(Al-Jaathiyah 45:22)

3. Takut pada kata-kata orang lain
Orang yang beriman tidak menghiraukan apa pendapat kat kata orang selagi mana apa yang dilakukannya bertetapan dengan syarak. Yang perlu kita risaukan adalah celaan Allah SWT, bukan celaan orang. Bangunkanlah peribadi mulia dan tetap pada syarak, jangan bangunkan topen semata-mata untuk menghalang celaan manusia; takut nanti tercabut atau tertanggal topeng itu.

Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia Allah yang diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya; kerana Allah Maha Luas limpah kurniaNya, lagi Meliputi PengetahuanNya.(Al-Maaidah 5:54

(Kaum Yahudi yang demikian sikapnya) mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah; dan sesiapa yang dilaknat oleh Allah, maka engkau tidak sekali-kali akan mendapati sesiapa pun yang boleh menolongnya.(An-Nisaa’ 4:52)

4. Takut kemiskinan
Orang yang takut pada kemiskinan akan berani melibatkan perkara-perkara terlarang untuk mengelakkan dari menjadi miskin. Allah SWT menjamin rezeki orang-orang yang beriman. Siapa yang berusaha untuk bertakwa, Allah SWT akan cabut rasa takut pada kemiskinan.

Adapun orang-orang yang menyeleweng dari jalan yang benar, maka mereka menjadi bahan bakaran bagi neraka Jahannam. ‘(Al-Jinn 72:15)

 ..dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya),(At-Talaaq 65:2


Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas di hatinya. Dan (Ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukuplah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya. Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu.
(At-Talaaq 65:3)

5. Takut hilang kasih sayang
Orang yang takut pada hilangnya kasih sayang sanggup melakukkan maksiat dan perkara-perkara terlarang. Orang yang beriman tidak mempunyai rasa demikian.

Dan sesiapa yang mengerjakan sebarang apa dari amal-amal yang soleh, sedang ia beriman, maka tidaklah (seharusnya) ia merasa takut dianiaya atau dikurangkan sedikitpun dari pahalanya.(Taha 20:112)

Rasulullah SAW bersabda, “Man la Yarham, la Yurham..”-Hadis Riwayat Muslim. Maksudnya, barangsiapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi.


Allah Al-Mukmin, Allah Yang Maha Memberi Keamanan seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran : Tuhan yang memberi mereka penghidupan: menyelamatkan mereka dari kelaparan, dan mengamankan mereka dari ketakutan.(Quraisy 106:4

Al-Momin. The Inspirer of Faith.  He who awakes the light of faith in our hearts.
#100daytoRamadhan
#delayedday6

NAMA ALLAH: 5. As-Salam (Yang Maha Memberi Keselamatan)

Nama Allah SWT As-Salam ialah Allah SWT Yang Maha Memberi Keselamatan dan Kesejahteraan. Dalam Al-Quran, banyak ayat-ayat Allah SWT yang menggambarkan Allah Yang Maha Memberi Keselamatan. Allah Yang Memberi Keselamatan kepada hambaNya.

Berdoalah kita: 
Allahumma antas salam-waminkas salam
Wa ilaika ya u'udus salam
Fahyyina rabbana bissalam
...
Ya Allah, Engkaulah keselamatan, 
Dan dari Engkaulah keselamatan, 
Hidupkanlah kami dengan keselamatan.

Bercakap mengenai Allah SWT As-Salam, bermohonlah kita diselamatkan daripada 8 perkara.

1. Keselamatan hidup di dunia

Dan di antara mereka pula ada yang (berdoa dengan) berkata: “Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka”.(Al-Baqarah 2:201)

2. Keselamatan daripada gangguan syaitan. Mohon perlindungan dari Allah As-Salam daripada gangguan syaitan. Hasutan syaitan adalah bisikan yang merancang, manakala hasutan nafsu merengek. Bila syaitan tak berjaya membisik, syaitan akan cuba mensyirikkan manusia. Mohonlah perlindungan dari Allah As-Salam.

Dan jika engkau dihasut oleh sesuatu hasutan dari Syaitan, maka hendaklah engkau meminta perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia lah yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.(Fussilat 41:36)

3. Keselamatan daripada tipu daya nafsu. Allah menyatakan bahawa nafsu itu sentiasa mengajak kepada kemaksiatan dan kita takkan mampu melawan nafsu tanpa bantuan Allah As-Salam. Hendak melawan diri / nafsu sendiri lebih susah daripada melawan orang luar. Hadis Nabi SAW “Seberat-berat musuh kamu adalah nafsu yang berada di antara dua lambung kamu.” Terdapat di lambung ini adalah perut dan di bawah perut. Nafsu di kedua-dua tempat ini sering membawa manusia ke arah kejahatan.

“Dan tiadalah aku berani membersihkan diriku; sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh melakukan kejahatan, kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Tuhanku (maka terselamatlah ia dari hasutan nafsu itu). Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”(Yusuf 12:53)

4. Keselamatan daripada tipu daya dunia. Dunia ini kehidupan yang menyenangkan tetapi tidak memberi ketenangan. Kesenangannya membuatkan manusia lupa bahawa ia hanya sementara.

Ketahuilah bahawa (yang dikatakan) kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah (bawaan hidup yang berupa semata-mata) permainan dan hiburan (yang melalaikan) serta perhiasan (yang mengurang), juga (bawaan hidup yang bertujuan) bermegah-megah di antara kamu (dengan kelebihan, kekuatan, dan bangsa keturunan) serta berlumba-lumba membanyakkan harta benda dan anak pinak; (semuanya itu terhad waktunya) samalah seperti hujan yang (menumbuhkan tanaman yang menghijau subur) menjadikan penanamnya suka dan tertarik hati kepada kesuburannya, kemudian tanaman itu bergerak segar (ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; akhirnya ia menjadi hancur bersepai; dan (hendaklah diketahui lagi, bahawa) di akhirat ada azab yang berat (di sediakan bagi golongan yang hanya mengutamakan kehidupan dunia itu), dan (ada pula) keampunan besar serta keredaan dari Allah (disediakan bagi orang-orang yang mengutamakan akhirat). Dan (ingatlah, bahawa) kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.(Al-Hadiid 57:20

5. Keselamatan ketika hendak mati. Ketika waktu tersebut, seseorang akan bertarung dengan iblis yang hendak merampas imannya. Kita memohon daripada Allah dari fitnah kematian ini. Jika seseorang itu sentiasa mengingati Allah As-Salam ketika hidupnya, Allah As-Salam tidak akan meninggalkannya ketika berada di ambang kematian. Allah As-Salam memerintahkan kita memohon untuk mati dalam keadaan Islam.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.
(A-li’Imraan 3:102)

6. Keselamatan dari siksa kubur. Kita juga perlu memohon keselamatan dari fitnah kubur kerana kubur adalah satu di antara dua lubang iaitu samada lubang keselamatan atau lubang siksa. Kita semua, suka atau tidak, akan dihantar ke kubur. Azab kubur ini memang wujud. Mengikut riwayat hadis mengenai Nabi SAW lalu di suatu tempat, berhenti dan memacakkan kubur dengan pelepah tamar kerana jenazah di dalamnya sedang disiksa, bukan kerana dosa-dosa besar tetapi ringan seperti mencucuk orang supaya bergaduh, tidak menjaga ketika buang air, menjadikan sembahyang tidak sah. Pelepah basah itu berzikir selama mana ia basah dan semoga dapat membantu jenazah di dalam kubur.

7. Keselamatan dari padang mahsyar. Dalam hadis Nabi SAW, ada disebutkan mengenai Baitulmaqdis sebagai bumi bermulanya padang mahsyar. Maksudnya dibukakan alam ghaib di padang mahsyar bermula daripada Baitulmaqdis. Manusia bangkit di padang mahsyar dalam keadaan bogel, masing-masing sibuk memikirkan hal sendiri dan tidak tahu di mana hujung di mana pangkal, kanan ke mana atau kiri ke mana.
Orang beriman akan dilindungi di bawah arasy Allah SWT untuk berihat dan terdiri dari 7 golongan:
i. Orang yang suka memakmurkan masjid, hatinya suka pada masjid
ii. Orang yang suka bersedekah (ikhlas)
iii. Orang yang menghidupkan malam
iv. Orang yang berkasih sayang (berukhuwah)- bertemu dan berpisah kerana Allah SWT
v. Orang yang meninggalkan maksiat yang mampu dibuatnya (contoh, boleh saja bergaduh, tetapi meninggalkannya)
vi. Pemimpin yang adil
vii. Orang yang mengalirkan airmatanya kerana bertaubat kepada Allah SWT

8. Keselamatan di titian siratul mustakim dan neraka. Keselamatan di titian Siratul Mustaqim dan keselamatan daripada neraka. Untuk ke Syurga manusia akan melalui titian yang di bawahnya adalah api neraka.

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu (berhala); neraka itu dijaga dan dikawal oleh malaikat-malaikat yang keras kasar (layanannya); mereka tidak menderhaka kepada Allah dalam segala yang diperintahkanNya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan segala yang diperintahkan.(At-Tahriim 66:6

As-Salaam.  The Source of Peace. He who frees His servant from all danger.

#100daystoRamadhan
#day5

NAMA ALLAH: 4. Al-Qudus (Yang Maha Suci)

Allah Al-Qudus , Allah Mahu Suci dan wajib kita sebagai hambaNya mensucikan Allah SWT daripada lima perkara berikut:

1. Mensucikan Allah Al-Qudus daripada Tuhan selain Allah SWT.
Nabi Adam a.s. mengajar anak-anaknya mensucikan Allah daripada segala-galanya. Syirik bermula apabila kaum Nabi Hud AS dan Nabi Nuh AS mula mencipta patung-patung sembahan.

(Apabila datangnya balasan rancangan jahat itu maka) adakah bagi mereka Tuhan (yang dapat menyelamatkan mereka) selain dari Allah? Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan itu.(At-Tuur 52:43)

Katakanlah (wahai Muhammad): “(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa;(Al-Ikhlaas 112:1

“Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat;
(Al-Ikhlaas 112:2

“Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan;
(Al-Ikhlaas 112:3)

“Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya”.
(Al-Ikhlaas 112:4

2. Mensucikan Allah Al-Qudus daripada mempunyai bentuk-bentuk tertentu.
Jauhi diri daripada kepercayaan Allah mempunyai bentuk-bentuk tertentu seperti mempunyai tangan, kaki dan sebagainya. Manusia adalah sesempurna kejadian dan diakui dalam kalam Allah. Sudah pasti Allah SWT yang mencipta manusia itu lebih sempurna daripada apa yang diciptaNya. Berfikirlah tentang cipta-ciptaan Allah, dan janganlah kamu berfikir tentang Zat Allah kerana kita tidak akan mampu memikirkannya. Jangan menggambarkan Allah berdasarkan ayat-ayat Quran.

3. Mensucikan Allah Al-Qudus daripada sifat syirik.
Manusia yang percaya kepada Allah SWT tetapi turut percaya ada kuasa yang lain yang membantunya, itu sudah mensyirikkan Allah SWT. Allah Al-Qudus jauh dari pada segala apa kuasa yang diciptaNya. Jangan mulakan syirik, jika kebetulan terjadinya apa yang dipercayai (melain Allah), manusia akan mempercayainya selama-lamanya dan terus mensyirikkan Allah.

Mereka menjadikan pendita-pendita dan ahli-ahli agama mereka sebagai pendidik-pendidik selain dari Allah, dan juga (mereka mempertuhankan) Al-Masih ibni Maryam, padahal mereka tidak diperintahkan melainkan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sekutukan.(At-Taubah 9:31)

4. Mensucikan Allah Al-Qudus daripada sifat-sifat buruk.
Ada manusia yang menyangka Allah itu tidak adil, menzalimi dan sebagainya, Maha Suci Allah daripada apa yang mereka sangkakan. Allah SWT tidak menzalimi kita, yang menzalimi kita adalah kita sendiri.

Dan tiadalah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri. Maka berhala-berhala yang mereka sembah selain dari Allah itu tidak dapat menolong mereka sedikitpun pada masa datangnya azab Tuhanmu; dan penyembahan yang mereka lakukan itu hanya menambahkan kerugian sahaja kepada mereka.(Hud 11:101

5. Mensucikan Allah Al-Qudus daripada sifat-sifat kekurangan.
Mustahil Allah SWT itu lemah, Maha Suci Allah daripada segala sifat yang kurang. Apabila doa tidak termakbul, jangan sekali-sekali berfikir yang Allah SWT tidak mendengar doa kita. Tuhan yang sama lah yang memakbulkan doa Nabi Ibrahim AS menyejukkannya di dalam bakaran api.

Dan mereka menjadikan jin sekutu bagi Allah, padahal Allah jualah yang mencipta jin-jin itu; dan mereka berdusta terhadap Allah dengan mengada-adakan bagiNya anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan, dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggilah Ia dari apa yang mereka sifatkan!(Al-An’aam 6:100

Berdoa lah dengan penuh yakin, jangan malas dan jangan jemu. Dengan mensucikan kelima-lima perkara tersebut, akan terjagalah aqidah manusia bertauhid dengan Allah Al-Qudus. Demi sesungguhnya, kita tidak akan masuk syurga kerana amalan-amalan kita, tetapi atas keredhaan Allah SWT.

Al-Quddus.   The Pure One.  He who is free from all errors.

#100daystoRamadhan
#day4

NAMA ALLAH: 3. Al-Malik (Yang Maha Menguasai)

Allah Al-Malik adalah Allah Yang Maha Menguasai dan kita adalah makhluk yang dimiliki oleh Allah SWT.

1. Allah Yang Menguasai Dengan Sepenuhnya.
Al-Malik tidak bergantung dengan apa-apa pun. Kuasa Allah memiliki kuasa mutlak atas segala-galanya. Seorang Raja atau pemimpin masih memerlukan rakyat dan pengikutnya dan itu sudah cukup membuktikan setiap makhluk akan saling bergantung antara yang lain. Kuasa Allah tidak bergantung dengan sesiapa dan apa, cukup hanya dengan “kun fa-ya-kun”; jadi, jadilah ia.

Tanyakanlah lagi: Siapakah yang memegang kuasa pemerintahan tiap-tiap sesuatu, serta ia dapat melindungi (segala-galanya) dan tidak ada sesuatupun yang dapat disembunyi daripada kekuasaannya? (Jawablah) jika kamu mengetahui!”(Al-Mu’minuun 23:88)

2.Segala yang ada dan wujud adalah milik Allah.
Allah SWT adalah Pencipta, Pentadbir dan Pemilik atas apa yang ada termasuklah nasib, takdir, harta, anak dan semuanya. Al-Malik memberi apa yang dimilikNya kepada kita sebagai hadiah untuk kita jaga dan bersyukur sebaik-baiknya. Berusahalah kita untuk mentaati amanah dan hadiah hak penjagaan dari Yang Maha Menguasai selaras dengan syariat. Hindari dari benda yang haram dan syubahat.

Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.(A-li’Imraan 3:26

3. Hebat dan agungnya Allah SWT Yang Maha Menguasai serta kerdilnya kita.
Wajib bagi setiap makhluk Allah SWT melihat diri kita amat kerdil di sisi Allah Al-Malik. Setiap makhluk di bumi dan di langit bertasbih kepada Allah SWT kecuali manusia. Manusia sering lupa untuk bertasbih dan berzikir mengingati Allah Yang Maha Menguasai.

Segala yang ada di langit dan yang ada di bumi sentiasa mengucap tasbih kepada Allah; bagiNyalah kuasa pemerintahan, dan bagiNyalah segala pujian; dan Ia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.(At-Taghaabun 64:1

Berdoalah kita. Mohonlah Ya Allah, aku tak minta untuk menolak qadhaMu Ya Allah, tetapi aku minta kasih dan sayangMu daripada ketatapan ini. Mohonlah kebaikan dari Allah. Allah Al-Malik harus menjadi tempat kita memohon segala-segala. Wajib kita mencurahkan segalah ketaatan pada Allah Yang Maha Menguasai. Allah SWT tidak akan mensia-siakan segala amalan orang-orang yang baik.

أسماء الله :: 03

#100daystoRamadhan
#day3

NAMA ALLAH: 2. Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih)

Di antara nama Allah yang mulia. Jika Ar-Rahman adalah Tuhan Yang Maha Pemurah untuk sekian makhlukNya, Ar-Rahim adalah Tuhan Yang Maha Pengasih untuk hamba-hambaNya yang beriman sahaja. Kasih sayang Allah Ar-Rahim untuk orang yang beriman hadir di dunia dan di akhirat.

Antara nikmat di dunia yang diperolehi bagi orang yang beriman daripada Tuhan Yang Maha Pengasih ialah:

1. Rahmat – Mendapat rahmat dari Allah SWT.
Hamba Allah yang beriman tidak akan dibiarkan, malah akan dibela oleh Allah SWT dengan anugerah ketenangan. Seperti dalam firmanNya:

(Tetapi kekalnya Al-Quran itu) hanyalah sebagai rahmat dari Tuhanmu; sesungguhnya limpah kurnianya kepadamu (wahai Muhammad) amatlah besar.(Al-Israa’ 17:87

Kenapa kita perlu rahmat Allah? Dengan rahmat Allah, orang yang beriman tidak akan dibiarkan keseorangan. Allah akan menolong menyelesaikan segala masalah orang-orang yang beriman. Masalah setiap manusia adalah berbeza dari segi bentuk masalahnya iaitu masalah kesihatan, masalah kewangan, masalah kezaliman dan sebagainya. Kesamaan dalam masalah ialah setiap masalah menyempitkan hati manusia. Orang yang beriman akan diuji dan diberi rahmat dan jalan keluar dari ujian daripada Allah Ar-Rahim.

Untuk mendapat rahmat Allah SWT, amalkan dua perkara:
i. Taat perintah Allah 
    a) yang wajib betulkan
    b) yang sunat perbanyakkan
ii. Tinggalkan larangan Allah
    a) yang haram jangan dibuat
    b) yang makhruk dihindarkan

2. Barakah – Mendapat keberkatan dari Allah SWT.
Allah Ar-Rahim memberi pertambahan kebaikan dalam amalan hari-harian untuk orang-orang yang beriman. Tuhan Yang Maha Pengasih memberi keberkatan kepada orang yang beriman. Semakin taat sesorang itu, semakin banyak keberkatan Allah SWT limpahkan di dunia ini.

Dan (Tuhan berfirman lagi): Sekiranya penduduk negeri itu, beriman serta bertaqwa, tentulah Kami akan membuka kepada mereka (pintu pengurniaan) yang melimpah-limpah berkatnya, dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (Rasul Kami), lalu Kami timpakan mereka dengan azab seksa disebabkan apa yang mereka telah usahakan.(Al-A’raaf 7:96)

Untuk mendapatkan berkat Tuhan Yang Maha Pengasih, sentiasa jaga adab orang beriman dan mohon doa dariNya.

3. Sakinah – Mendapat ketenangan dari Allah SWT.
Orang yang beriman akan mencari ketenangan dengan Allah SWT, bukan dengan perkara-perkara lain. Allah SWT tidak pernah menjadikan maksiat itu ubat bagi ketenangan hati. Janganlah didahulukan ‘syurga’ dunia.

(Tuhan yang membuka jalan kemenangan itu) Dia lah yang menurunkan semangat tenang tenteram ke dalam hati orang-orang yang beriman (semasa mereka meradang terhadap angkara musuh) supaya mereka bertambah iman dan yakin beserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada; pada hal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka); dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.(Al-Fat-h 48:4)

Marilah kita berazam untuk menjadi orang-orang yang beriman dan mendapat segala nikmat Tuhan Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat.

Ar-Rahmeem.  The All-Compassionate one.  He who acts with extreme kindness.


* sumber daripada klip video Youtube Ustaz Amin
#100daystoRamadhan
#day2

NAMA ALLAH: 1. Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah)

Ar-Rahman, maksudnya Allah Yang Maha Pemurah, yang mana seperti yang disebutkan di dalam Surah Al-Fatihah,

Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang Memelihara dan Mentadbirkan sekalian alam(Al-Faatihah 1:2) |

Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani(Al-Faatihah 1:3

Nama Tuhan Ar-Rahman ini adalah Tuhan yang memberi rahmat dan nikmat yang banyak untuk semua makhlukNya, tidak kira yang Islam atau pun tidak.

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah (yang dilimpahkannya kepada kamu), tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
(Al-Nahl 16:18)

Nikmat dan rahmat Allah tidak terhitung banyaknya. Ibarat helaian rambut yang ada dijunjung di atas kepala, begitulah rahmat Allah kepada kita, tidak mampu dikiranya banyak, dan dijulang setinggi-tingginya. Namun, manusia sentiasa lalai dan leka. Apabila diberi keuntungan dan kesedapan, kita lupa pada nikmat dan rahmat Allah, tetapi, apabila diuji, mulalah kita sedar dan ingat pada Yang Maha Pemurah.

Nikmat adalah apa-apa perkara yang memberi kesedapan pada manusia. Ada 5 bahagian nikmat Allah iaitu:

1. Nikmat asasiah
Nikmat yang diberi dan menyempurnakan kita sebagai manusia seperti bersifat semula jadi seperti nikmat mata, udara dan sebagainya. Dan juga nikmat boleh kita usahakan seperti nikmat makanan, pakaian, rumah dan sebagainya.


Supaya kamu duduk tetap di atasnya; kemudian kamu mengingati nikmat Tuhan kamu apabila kamu duduk tetap di atasnya, serta kamu (bersyukur dengan) mengucapkan:” Maha Suci Tuhan yang telah memudahkan kenderaan ini untuk kami, sedang kami sebelum itu tidak terdaya menguasainya.
(Az-Zukhruf 43:13)

2. Nikmat qalbiyah
Nikmat yang menyenangkan hati dan emosi seperti nikmat anak-anak dan isteri.

Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir.
(Ar-Ruum 30:21)

3. Nikmat badanniyah
Nikmat kesihatan.

Allah yang menciptakan kamu bermula dengan keadaan lemah, selepas berkeadaan lemah itu Ia menjadikan kamu kuat. Setelah itu Ia menjadikan kamu lemah pula serta tua beruban. Ia menciptakan apa yang dikehendakiNya, dan Dia lah jua yang Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa.
(Ar-Ruum 30:54)

4. Nikmat akliyah
Nikmat akal dimana dimudahkan belajar dan memahami apa yang dibelajar. Adalah suatu perkara haram bagi manusia merosakkan akal dan membiarkan diri dalam keadaan jahil.

Allah memberikan Hikmat kebijaksanaan (ilmu yang berguna) kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut aturan yang ditentukanNya). Dan sesiapa yang diberikan hikmat itu maka sesungguhnya ia telah diberikan kebaikan yang banyak. Dan tiadalah yang dapat mengambil pengajaran (dan peringatan) melainkan orang-orang yang menggunakan akal fikirannya.
(Al-Baqarah 2:269)

5. Nikmat imaniyah
Nikmat iman yang memberi kesedapan kepada manusia dengan memberi ketenangan hati dan sentiasa ditambah iman seseorang daripada yang sedia ada bila diberi nikmat imaniyah.

(Tuhan yang membuka jalan kemenangan itu) Dia lah yang menurunkan semangat tenang tenteram ke dalam hati orang-orang yang beriman (semasa mereka meradang terhadap angkara musuh) supaya mereka bertambah iman dan yakin beserta dengan iman dan keyakinan mereka yang sedia ada; pada hal Allah menguasai tentera langit dan bumi (untuk menolong mereka); dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.
(Al-Fat-h 48:4)

Untuk mendapatkan nikmat Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah, hendaklah kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amalan-amalan yang diperintah ke atas kita, bersabar dalam usaha dan sentiasa bersyukur apabila diberi penambahan nikmat. Sesungguhnya, setinggi-tinggi nikmat adalah nikmat IMAN dan ISLAM. Alhamdullillah.

Ar-Rahman.   The All-Merciful One.   He who wills goodness and mercy for all his creatures.
* sumber daripada klip video Youtube Ustaz Amin

#100daystoRamadhan
#day1

PUISI: Cukup

Cukup

sesungguhnya ArRazak itu,
melebihkan rezekimu, 
paling tidak pun mencukupkan apa yang perlu.

jangan terus leka,
mabuk engkau dibuatnya,
dek kerana mengumpul harta.

hingga panjang angan disusun,
setinggi awan ketujuh impian dihimpun,
sampai lupa nam kaki dituntun diturun.

pesan Nabi SAW diulang-ulang,
beringat di dunia , akhirat wajib dijulang,
bukan dunia yang harus erat kau pegang.

sesungguhnya benar;
hiduplah semau mana kamu mahu, 
ajal tiba bukan mampu kamu mengelak.
cintalah sedalam mana kamu kasih, 
pergi kamu pasti berpisah tiada tidak.
buatlah sebanyak mana kamu berkehendak, 
sampai masanya tak daya kamu menolak.

Hasbunallah Wani’mal Wakil,
pasti engkau sekaya-kaya makhluk AlJalil;
yang bersyukur dengan rezeki yang diputuskan atas kamu,
yang bersabar dengan musibah yang dibebankan atas kamu;
jangan pernah kufur nikmat ArRazzaq;
jangan pernah goyah janji AlJabbar

– says ع –

Image may contain: text