PUISI: INSAN

nun.sin.ya - yang lupa
itu kita, itu datangnya nama kita,
dan terus kita leka,
membiarkan segala yang kita lupa,
atau buat-buat lupa,
hingga nyata sanggup terus kita lupa, 
di dalam insan itu, ada jiwa. 

tergamak kita tak bertegur-sapa, 
hanya semata pendapat tak serupa,
persetankan segala firman dan sabda, 
biarpun nyata salahnya kita. 

sanggup kita mencaci mencela, 
si anu kini sudah menjanda, 
biar padan dengan muka, 
terlalu asik kejar dunia, 
entahkan solat entahkan lupa, 
sedap bahasa kita meneka.

melihat si fakir meminta-minta, 
terus kita meletak wasangka, 
kudratnya ada, malas berkerja, 
terus dicemuh dihalau dihina.

tajam sungguh jelingan mata, 
melihat sekumpulan anak remaja, 
tak henti merokok mencemar udara, 
bercampur gaul uda dan dara, 
tanpa segan tanpa batasnya, 
tak risaukah ayah ibu di rumah sana, 
tak pandai mengajar anak mereka.

yang kita lupa, 
silaturrahim memanjangkan nyawa, 
yang menjanda sudah takdirnya, 
si fakir meminta apa haknya, 
kurang kasih meliarlah remaja, 
ayah ibu tak henti berharap berdoa. 

yang kita lupa, 
takbur kita tak akur hukum Yang Esa,
sombong kita yang buruk sangka, 
tamak kita sesama manusia, 
angkuh kita tak mahu menegur-sapa.
bodoh kita kuat menduga.

sebelum nyawa dijemput Tuannya, 
sebelum mentari dibarat terbitnya, 
sebelum berbunyi sang sangkakala,
ubah lah kita..
sentiasa beringat lemahnya kita, 
yang selalu lupa teruslah berjaga, 
jangan sampai kita terleka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s