NAMA ALLAH: 6. Al-Mukmin (Yang Maha Memberi Keamanan)

Allah Al-Mukmin adalah Tuhan Yang Maha Memberi Keamanan dan Ketenangan di dalam hati orang-orang yang beriman. Orang beriman berasa aman dan tenang , tidak takut dengan urusan dunia dan hanya takut Allah SWT.Perassan takut Allah SWT gambarkan seperti ayat berikut:

Wahai orang-orang yang beriman, kenangkanlah nikmat Allah yang dilimpahkanNya kepada kamu. Semasa kamu didatangi tentera (Al-Ahzaab), lalu Kami hantarkan kepada mereka angin ribut (yang kencang) serta angkatan tentera (dari malaikat) yang kamu tidak dapat melihatnya. Dan (ingatlah) Allah sentiasa melihat apa yang kamu lakukan.
(Al-Ahzaab 33:9

Orang-orang yang beriman akan dicabut rasa takut. Perasaan takut yang manusia seria rasa adalah seperti berikut:

1. Takut sakit dan mati.
Allah sembunyikan kematian kita untuk kebaikan kita sendiri. Kita tidak tahu bila datangnya mati, tetapi kita boleh usahakan untuk kematiaan kita, husnul khotimah ataupun su’ul khotimah. Di dalam Islam, orang mukmin tidak disuruh untuk takut pada kematian. Yang disuruh adalah rasa takut selepas mati. Jika kita rasa takut atas apa yang akan terjadi selepas mati, akan Allah cabut rasa takut pada kematian.

Tiap-tiap diri akan merasai mati, dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan; dan kepada Kamilah kamu semua akan dikembalikan.(Al-Anbiyaa’ 21:35)

Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut jika aku derhaka kepada Tuhanku, (akan dikenakan) azab hari yang besar (hari kiamat)”.(Al-An’aam 6:15)

2. Takut kegagalan.
Allah berjanji manusia adalah apa yang diusahakannya. Dari sejak lahir, di perut ibu lagi, rezeki kita telah ditetapkan. Kita tidah harus takut atau rungsing kegagalan tetapi kita harus memaksimakan usaha kita. Orang yang memaksimakan usahanya, Allah akan cabut rasa takut ada kegagalan.

Dan (ingatlah), Allah menciptakan langit dan bumi dengan cara yang sungguh layak dan berhikmat (untuk membuktikan keesaanNya dan keadilanNya), dan supaya tiap-tiap diri diberi balasan dengan apa yang mereka telah kerjakan (baik atau jahat), sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpun.(Al-Jaathiyah 45:22)

3. Takut pada kata-kata orang lain
Orang yang beriman tidak menghiraukan apa pendapat kat kata orang selagi mana apa yang dilakukannya bertetapan dengan syarak. Yang perlu kita risaukan adalah celaan Allah SWT, bukan celaan orang. Bangunkanlah peribadi mulia dan tetap pada syarak, jangan bangunkan topen semata-mata untuk menghalang celaan manusia; takut nanti tercabut atau tertanggal topeng itu.

Wahai orang-orang yang beriman! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia Allah yang diberikanNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya; kerana Allah Maha Luas limpah kurniaNya, lagi Meliputi PengetahuanNya.(Al-Maaidah 5:54

(Kaum Yahudi yang demikian sikapnya) mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah; dan sesiapa yang dilaknat oleh Allah, maka engkau tidak sekali-kali akan mendapati sesiapa pun yang boleh menolongnya.(An-Nisaa’ 4:52)

4. Takut kemiskinan
Orang yang takut pada kemiskinan akan berani melibatkan perkara-perkara terlarang untuk mengelakkan dari menjadi miskin. Allah SWT menjamin rezeki orang-orang yang beriman. Siapa yang berusaha untuk bertakwa, Allah SWT akan cabut rasa takut pada kemiskinan.

Adapun orang-orang yang menyeleweng dari jalan yang benar, maka mereka menjadi bahan bakaran bagi neraka Jahannam. ‘(Al-Jinn 72:15)

 ..dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya),(At-Talaaq 65:2


Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas di hatinya. Dan (Ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukuplah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya. Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu.
(At-Talaaq 65:3)

5. Takut hilang kasih sayang
Orang yang takut pada hilangnya kasih sayang sanggup melakukkan maksiat dan perkara-perkara terlarang. Orang yang beriman tidak mempunyai rasa demikian.

Dan sesiapa yang mengerjakan sebarang apa dari amal-amal yang soleh, sedang ia beriman, maka tidaklah (seharusnya) ia merasa takut dianiaya atau dikurangkan sedikitpun dari pahalanya.(Taha 20:112)

Rasulullah SAW bersabda, “Man la Yarham, la Yurham..”-Hadis Riwayat Muslim. Maksudnya, barangsiapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi.


Allah Al-Mukmin, Allah Yang Maha Memberi Keamanan seperti yang dinyatakan dalam Al-Quran : Tuhan yang memberi mereka penghidupan: menyelamatkan mereka dari kelaparan, dan mengamankan mereka dari ketakutan.(Quraisy 106:4

Al-Momin. The Inspirer of Faith.  He who awakes the light of faith in our hearts.
#100daytoRamadhan
#delayedday6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s