Puisi: Perginya Adib

Sebak sungguh kematian si wira bomba,
Yang nikahnya dirancang esok lusa,
Yang bertarung hingga ke hujung nyawa.

Satu-satu keluar cerita Adib, 
Cerita indah yang tiada aib,
Itu janji Allah, tiada yang ajaib.

Setiap kali posting kisahnya,
Setiap itulah rasa sebak di dada,
Setiap bacaan diiringi doa.

Tapi, saya mahu mati sebegini,
Pengakhiran dunia yang indah bertemu Ilahi,
Yang tak putus orang memuji,
Bukan setakat orang yang mengenali,
Yang asing, yang dekat, hingga ke mufti,
Menyebut-nyebut adab dan budi.

Allahummagfirlahu warhamhu wa’afini wa’fuanhu.

– ع says – 19.12.18 –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s